Padang, 9 Maret 2026 – Menjaga hutan bukan sekadar perkara langkah kaki di atas tanah lembap, melainkan tentang memastikan setiap jengkal wilayah tetap berdaulat dari ancaman. Di Nagari Luak Kapau, tim patroli pengamanan hutan baru saja menuntaskan misi penting untuk mengawal benteng hijau yang masih menyimpan kemurnian ekosistem ini.
Oase Hijau yang Masih Terjaga
Luak Kapau adalah gambaran hutan tropis yang ideal: vegetasi lebat, jajaran pohon raksasa, dan udara sejuk yang menusuk tulang. Di balik rimbunnya tajuk pohon, kehidupan liar masih berdenyut kencang. Selama patroli, tim menemukan jejak-jejak penghuni asli rimba:
- Beruang & Simpai Merah: Kehadiran satwa ikonik ini menjadi indikator kuat bahwa ekosistem di sini masih berjalan dengan sangat baik.
- Babi Hutan: Jejaknya menandai rantai makanan yang masih terjaga di dalam kawasan.
Lebih dari Sekadar Patroli: Misi Penyelamatan Batas
Perjalanan menuju titik pemantauan, termasuk jalur air terjun, bukanlah rute yang mudah. Medan dengan kontur bervariasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Namun, ada temuan teknis yang sangat krusial dalam misi kali ini:
- Pengecekan Pal Batas: Tim menemukan dua pal batas yang berada jauh di dalam kawasan (sekitar 100 meter dan 217 meter dari posisi seharusnya).
- Mempertegas Kedaulatan: Untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan, tim segera memasang plang batas dan peringatan di titik-titik strategis. Langkah ini penting untuk mencegah perambahan lahan dan penebangan pohon secara ilegal.

Menjaga Warisan, Mengawal Masa Depan
Pemasangan plang tersebut bukan sekadar papan kayu, melainkan alat edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami batas-batas yang harus dihormati. Harapannya, dengan koordinasi yang kuat antara petugas, pemerintah nagari, dan warga, kekayaan alam Luak Kapau tidak hanya menjadi cerita bagi generasi mendatang, tetapi tetap menjadi kenyataan yang bisa mereka hirup udaranya.


Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
