MENJAGA JANTUNG SUMATERA: KETIKA MASYARAKAT DAN PETUGAS BERSATU MENGAWAL WARISAN DUNIA

Padang, 9 Maret 2026 – Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) bukan sekadar hamparan hutan biasa. Sebagai salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia yang membentang di sepanjang Bukit Barisan, TNKS telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Ia adalah rumah bagi satwa langka sekaligus “napas” atau penyangga kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Diplomasi Hijau di Lubuk Gadang Selatan

Kegiatan briefing bersama Kepala Seksi PTN Wilayah IV sebelum pelaksanaan patroli

Menjaga kemegahan “Jantung Sumatera” ini adalah misi besar yang tidak bisa dilakukan sendirian. Itulah yang mendasari langkah Tim Resor II.IV.15 Sangir dari Balai Besar TNKS saat terjun ke Nagari Lubuk Gadang Selatan, Solok Selatan, pada 2 hingga 6 Februari 2026.

Selama lima hari penuh, tim menyusuri rimbunnya hutan dan batas kawasan. Menariknya, misi ini tidak dimulai dengan patroli fisik semata, melainkan dengan koordinasi erat bersama Pemerintah Nagari. Strategi ini krusial karena perlindungan hutan sejati lahir dari dukungan masyarakat setempat, bukan hanya dari petugas kehutanan.

Koordinasi tim patroli dengan Pemerintah Nagari Lubuk Gadang Selatan

Gotong Royong Memagari Rimba

Salah satu pencapaian mencolok dari patroli kali ini adalah aksi nyata di lapangan bersama masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Belangir Sepakat. Dalam semangat gotong royong, mereka berhasil:

  • Membangun “Pagar Hukum”: Memasang 42 lembar plang seng sebagai penanda batas kawasan yang jelas.
  • Bentang Kendali: Pemasangan ini mencakup jalur sepanjang 5 kilometer, mulai dari Jorong Sungai Lambai hingga Jorong Pincuran Tujuh di wilayah Bukit Bontak.
  • Patroli Berbasis Grid: Tim memantau kondisi hutan dengan cakupan area seluas 853,72 hektar menggunakan sistem gird 2 x 2 kilometer untuk memastikan pengawasan yang akurat.
Pemasangan plang seng bersama masyarakat dan KTH Belangir Sepakat

Edukasi: Menanam Kesadaran, Mewariskan Kehidupan

Di sela-sela pemasangan plang, tim juga menyelipkan sesi edukasi dan sosialisasi. Masyarakat diajak untuk memahami pentingnya mematuhi batas kawasan konservasi bukan sebagai pembatasan, melainkan sebagai upaya menjaga kelestarian alam.

Tujuan akhirnya sangat mulia: menumbuhkan kesadaran kolektif agar TNKS tetap lestari sebagai penyangga kehidupan yang dapat dinikmati dan diwariskan kepada anak cucu di masa depan.

Partisipasi masyarakat setempat

Kontributor : Abrari Syah Putra, Dides, Willia Nola, Tri Timor Amri Putra, Mohd Rizky Ananda, Muhammad Yusuf Al Azhar, Widodo

Check Also

SUNYI YANG MENYIMPAN CERITA: MENYINGKAP RAHASIA RIMBA LUBUK GADANG TIMUR

Padang, 9 Maret 2026 – Di balik tenangnya hamparan hijau Nagari Lubuk Gadang Timur, tersimpan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *