Menjaga Masa Depan Hutan TNKS Melalui Program Pemulihan Ekosistem

Padang, 7 Maret 2026 – Balai Besar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumatera Barat melakukan kegiatan pengumpulan data lapangan sebagai persiapan program pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Kegiatan ini berlangsung pada 2–6 Februari 2026 di wilayah Resor Kambang, Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tim turun langsung ke lapangan untuk mencari lokasi yang cocok sebagai tempat persemaian bibit dan area penanaman dalam program pemulihan hutan.

Pemulihan ekosistem dilakukan untuk memperbaiki kondisi kawasan hutan yang mengalami perubahan tutupan lahan. Di beberapa bagian TNKS masih ditemukan area terbuka, baik akibat aktivitas perladangan maupun faktor alam seperti bencana. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem hutan dan mengurangi fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.

Tim BBTNKS melakukan komunikasi dengan masyarakat di Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, dalam rangka pengumpulan informasi lapangan untuk mendukung rencana Pemulihan Ekosistem TNKS.

Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengecekan langsung untuk memastikan lokasi yang akan digunakan sebagai persemaian bibit tanaman hutan. Beberapa hal yang diperiksa antara lain kondisi tanah, ketersediaan air, akses menuju lokasi, serta keamanan area. Lokasi yang memenuhi kriteria nantinya akan digunakan untuk memproduksi bibit tanaman yang akan ditanam di area pemulihan.

Tim BBTNKS bersama masyarakat serta didampingi Bhabinkamtibmas melakukan diskusi lapangan terkait kondisi lahan dan potensi lokasi kegiatan persemaian untuk kegiatan pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat wilayah Resor Kambang.

 

Selain itu, tim juga memeriksa calon lokasi penanaman seluas sekitar 53,8 hektare. Berdasarkan pemantauan menggunakan drone sebelumnya, area tersebut terindikasi sebagai lahan garapan di dalam kawasan TNKS. Pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam perencanaan kegiatan pemulihan ekosistem.

Tim BBTNKS meninjau area terbuka di dalam kawasan TNKS yang direncanakan menjadi lokasi kegiatan penanaman dalam program Pemulihan Ekosistem

Selama kegiatan berlangsung, tim juga mencatat berbagai kondisi di lapangan, seperti jenis vegetasi yang masih tumbuh, keberadaan pondok atau bangunan sederhana, serta tanda-tanda aktivitas yang dapat mengganggu kawasan, misalnya perambahan atau penebangan liar.

Petugas BBTNKS melakukan identifikasi vegetasi di lokasi calon area pemulihan ekosistem TNKS untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai untuk kegiatan penanaman

Ke depan, program pemulihan ekosistem ini direncanakan akan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan. Melalui keterlibatan masyarakat dalam kegiatan persemaian, penanaman, dan pemeliharaan tanaman, diharapkan upaya pemulihan hutan dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan konservasi.

Melalui kegiatan pengumpulan data ini, BBTNKS berharap program pemulihan ekosistem di TNKS dapat direncanakan dengan lebih baik. Hutan yang kembali pulih diharapkan dapat menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan. 🌿

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *