Padang, 7 Maret 2026 –
Menjaga hutan seluas jutaan hektar bukan perkara mudah, tapi itulah yang dilakukan tim Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada pertengahan Februari 2026 kemarin. Selama lima hari, tim “blusukan” ke jantung hutan di Nagari Lubuk Malako, Solok Selatan, untuk memastikan paru-paru dunia ini tetap aman dari gangguan.
Bukan Sekadar Jalan-Jalan
Meski terlihat seperti hiking, tim yang dipimpin oleh Pak Risman ini membawa misi serius. Kami menempuh jalur sepanjang 24,77 km dengan medan yang tidak main-main: licin, berlumpur, dan menantang nyali. Dalam patroli ini, kami berhasil memantau area seluas 1.190,52 hektar yang terbagi dalam 5 grid pemantauan.

Apa saja yang kami temukan di sana?
- Tamu Tak Diundang: Tim menemukan “keterlanjuran” lahan, di mana sebagian kawasan TNKS telah berubah menjadi kebun kelapa sawit garapan masyarakat.
- Jejak Sang Penguasa Hutan: Kabar baiknya, hutan ini masih “hidup”! Tim menemukan jejak kaki segar dari Harimau, Beruang, hingga Anjing Hutan. Ini membuktikan bahwa keanekaragaman hayati kita masih terjaga meski terancam.
- Pagar Informasi: Agar tidak ada lagi warga yang “nyasar” buka lahan di dalam kawasan, tim memasang 18 plat tanda batas berbahan seng sebagai pengingat tegas mana wilayah kawasan TNKS.


Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
