Bagi sebagian orang, Ramadhan adalah waktu untuk memperbanyak rehat dan menjaga stamina. Namun, bagi tim patroli di Resort Asam Jujuhan, pengabdian terhadap alam tidak mengenal kata istirahat. Di bawah terik matahari dan kondisi fisik yang tengah berpuasa, mereka membuktikan bahwa menjaga kelestarian hutan adalah bentuk ibadah nyata yang melampaui sekadar rutinitas kerja.
Melintasi Rimba dalam Kondisi Berpuasa
Medan yang berat dan menanjak menjadi tantangan harian bagi para petugas. Meski rasa haus dan lapar mendera, semangat tim tidak pernah surut untuk memantau setiap jengkal kawasan guna memastikan tidak ada aktivitas ilegal seperti perambahan atau penebangan liar.


Pada Selasa, 3 Maret 2026, tim terpantau tetap aktif melakukan aksi lapangan, termasuk memasang plang tanda batas kawasan sebagai upaya preventif melindungi hak negara atas hutan. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika waktu berbuka tiba. Jauh dari kemewahan kota, tim patroli menikmati takjil dan makanan sederhana bersama di pondok peladang masyarakat sekitar. Momen kebersamaan ini tidak hanya melepas dahaga, tetapi juga mempererat solidaritas tim dan kedekatan dengan warga lokal.
Hutan sebagai Warisan Masa Depan
Hutan bukan sekadar kumpulan pohon; ia adalah paru-paru dunia, habitat flora dan fauna, serta penyangga kehidupan bagi masyarakat sekitar. Sadar akan pentingnya peran tersebut, Resort Asam Jujuhan tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga pada pendekatan edukatif.
* Edukasi Masyarakat: Petugas menjalin komunikasi persuasif agar warga memahami pentingnya menjaga ekosistem.
* Kolaborasi: Kerja sama antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir ancaman kebakaran hutan dan penebangan liar.
* Nilai Spiritual: Menjaga hutan diyakini sebagai cara mensyukuri nikmat Tuhan dan melindungi sumber kehidupan untuk generasi mendatang.



Pengabdian yang Tak Mengenal Waktu
Melalui kegiatan ini, Resort Asam Jujuhan menegaskan bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab berkelanjutan yang tidak mengenal waktu. Dengan semangat keikhlasan dan pengabdian di bulan suci, diharapkan kawasan hutan tetap terjaga kelestariannya.
Karena pada akhirnya, menjaga hutan berarti menjaga masa depan dan mewariskan kebaikan bagi anak cucu kita nanti.


Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
