Bentang alam di wilayah Nagari Sindang Lunang hingga Silaut menjadi saksi bisu upaya pelestarian hutan di ujung Pesisir Selatan. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan aktivitas masyarakat ini, tim patroli dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Painan, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), bergerak menyusuri rimbanya demi memastikan keutuhan kawasan konservasi tetap terjaga dari berbagai ancaman.
Pada tanggal 06 hingga 10 Maret 2026, Tim 1 melaksanakan kegiatan Patroli Monitoring SMART Landscape Sumbar. Selama lima hari perjalanan, tim berhasil menyisir 6 grid cell (ukuran 2×2 km) dengan total panjang lintasan mencapai 35,9 kilometer. Luasan kawasan yang berhasil dipantau mencapai ±2.674,4 hektar, di mana setiap temuan terekam secara sistematis melalui aplikasi SMART Patrol untuk menghasilkan data yang akurat dan terukur.
Bentang alam di wilayah Nagari Sindang Lunang hingga Silaut menjadi saksi bisu upaya pelestarian hutan di ujung Pesisir Selatan. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan aktivitas masyarakat ini, tim patroli dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Painan, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), bergerak menyusuri rimbanya demi memastikan keutuhan kawasan konservasi tetap terjaga dari berbagai ancaman.
Pada tanggal 06 hingga 10 Maret 2026, Tim 1 melaksanakan kegiatan Patroli Monitoring SMART Landscape Sumbar. Selama lima hari perjalanan, tim berhasil menyisir 6 grid cell (ukuran 2×2 km) dengan total panjang lintasan mencapai 35,9 kilometer. Luasan kawasan yang berhasil dipantau mencapai ±2.674,4 hektar, di mana setiap temuan terekam secara sistematis melalui aplikasi SMART Patrol untuk menghasilkan data yang akurat dan terukur.
Jejak Satwa Dan Ancaman Yang Nyata
Hutan di wilayah ini terbukti masih menjadi rumah yang nyaman bagi beragam fauna khas Sumatera. Dalam perjalanannya, tim menemukan berbagai tanda keberadaan satwa dilindungi, mulai dari suara, kotoran, hingga bekas cakaran dan sarang. Beberapa jenis satwa yang teridentifikasi antara lain Tapir (Tapirus indicus), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Siamang (Symphalangus syndactylus), Owa, Kuau, hingga jejak kucing hutan yang masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Namun, di balik kekayaan hayati tersebut, rimba Sindang Lunang – Silaut juga menyimpan tantangan besar. Tim menemukan bukti nyata adanya aktivitas manusia yang mengancam kawasan, di antaranya:
- Perambahan dan Pembukaan Lahan: Ditemukan pembukaan lahan baru seluas ±50 hektar yang diduga kuat akan dijadikan area perladangan.
- Aktivitas Ilegal di Dalam Kawasan: Tim menemukan ladang aktif yang ditanami sawit, jeruk, dan jagung, serta penemuan pondok perambahan dan bekas camp yang diduga milik pemburu satwa.
- Temuan Alat Perburuan: Ditemukan ranting yang dimodifikasi untuk memikat burung serta bulu burung yang diduga hasil perburuan liar.
Menegakkan Batas Dan Membangun Kesadaran
Menanggapi temuan tersebut, tim patroli segera mengambil tindakan preventif dengan melakukan pemasangan plat seng tanda batas kawasan TNKS di titik-titik yang rawan gangguan. Tindakan ini bertujuan untuk mempertegas batas fisik taman nasional sehingga tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk melanggar batas tanpa izin.
Selain tindakan fisik, pendekatan humanis tetap dikedepankan. Tim melakukan dialog dan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat yang ditemui di sekitar kawasan. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai sanksi hukum pidana kehutanan serta pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat itu sendiri.
Menjaga Warisan Untuk Masa Depan
Patroli ini kembali mengingatkan bahwa pengawasan berkelanjutan adalah kunci utama dalam mempertahankan kelestarian TNKS. Upaya perlindungan hutan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga keseimbangan alam dan mewariskan kekayaan ekosistem ini kepada generasi mendatang. Melalui sinergi antara petugas dan masyarakat mitra, diharapkan rimba Kerinci Seblat tetap lestari dan bebas dari ancaman kerusakan.






Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
