PESISIR SELATAN – Komitmen Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dalam menjaga paru-paru Sumatera kembali dibuktikan di lapangan. Melalui Resort Air Lumpo, tim gabungan baru saja menuntaskan misi “Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan” di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, pada 2 hingga 6 Februari 2026.
Misi lima hari ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan sebuah aksi nyata yang memadukan ketangguhan fisik petugas dengan kecanggihan teknologi modern.
SMART Patrol: Pengawasan Tanpa Celah
Mengadopsi metode Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART Patrol), tim yang terdiri dari Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Manggala Agni, hingga Masyarakat Mitra Polhut (MMP) menyisir trayek hutan sepanjang ± 8 kilometer.
Namun, pengawasan tidak hanya terbatas pada jalur darat. Di titik-titik yang sulit ditembus medan terjal, teknologi drone dikerahkan untuk memantau kondisi kanopi dari udara. Sinergi ini memastikan wilayah seluas 1.094 hektar terpantau dengan optimal tanpa ada sudut yang terlewatkan.
Kabar Baik dari Rimba: Simfoni Satwa yang Masih Terjaga
Di tengah ancaman degradasi lahan, hutan Nagari Tambang ternyata masih menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa. Selama patroli, tim berhasil mendokumentasikan berbagai bukti kehidupan satwa ikonik Sumatera.
Suara melengking Siamang (Symphalangus syndactylus) dan kepakan sayap Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) menjadi teman perjalanan tim di lapangan. Kehadiran satwa langka seperti Kuao Raja (Argusianus argus) dan Takur Api menegaskan bahwa kawasan ini adalah benteng terakhir biodiversitas yang wajib dipertahankan.
Teguran Fisik bagi Perambah Hutan
Meski biodiversitas masih terjaga, tim tetap menemukan tantangan nyata berupa indikasi perambahan baru seluas ± 0,5 hektar. Lahan tersebut diduga kuat akan dialihfungsikan menjadi kebun gambir monokultur.
Sebagai tindakan responsif, tim langsung melakukan tindakan di tempat:
- Pemasangan Seng Batas: Menandai batas tegas kawasan TNKS agar tidak ada alasan ketidaktahuan batas di masa depan.
- Papan Informasi: Memberikan edukasi visual mengenai status hukum lahan di titik-titik strategis.
Pendekatan Humanis: Masyarakat adalah Kunci
“Pelibatan masyarakat adalah kunci utama. Kami ingin warga merasa memiliki dan turut menjaga TNKS sebagai warisan dunia,” ujar Ketua Tim Patroli.
Pendekatan pre-emtif dan humanis menjadi prioritas. Tim tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga berdialog intensif dengan Pemerintah Nagari Tambang serta memberikan penyuluhan langsung kepada para penggarap lahan di zona tradisional. Melalui Masyarakat Mitra Polhut (MMP), masyarakat lokal kini diposisikan sebagai garda terdepan pelestari hutan, bukan sekadar objek pengawasan.
Harapan untuk Masa Depan
Patroli ini menghasilkan rekomendasi krusial bagi BBTNKS: peningkatan frekuensi pengawasan dan penguatan kapasitas MMP di tingkat tapak. Dengan perpaduan teknologi drone, ketegasan regulasi, dan kesadaran kolektif masyarakat, diharapkan hutan di Nagari Tambang tetap lestari sebagai penyangga kehidupan bagi generasi mendatang.









Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
