Solok Selatan, 12 Mei 2026 – Menjaga kelestarian hutan sejatinya bukan hanya pundak petugas semata, melainkan buah dari kolaborasi erat bersama masyarakat sekitar. Semangat gotong royong inilah yang mewarnai kegiatan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sakura yang dilaksanakan pada 20 hingga 21 April 2026 di Nagari Sako Utara Pasia Talang, Solok Selatan.
Menyusun Panduan untuk Masa Depan
Dalam kegiatan ini, pengurus KTH Sakura didampingi oleh Ponijo P., seorang Polisi Kehutanan Mahir dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Mereka berkumpul untuk merumuskan langkah strategis melalui penyusunan dua dokumen krusial:
- Rencana Pelaksanaan Program (RPP).
- Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Dokumen-dokumen ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif. Keduanya berfungsi sebagai “kompas” agar seluruh aktivitas kelompok tetap selaras dengan zona pengelolaan taman nasional, sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan anggotanya.

Tantangan Lapangan: Mengaktifkan Roda Organisasi
Melalui diskusi partisipatif yang berlangsung hangat, terungkap beberapa tantangan internal yang perlu segera dibenahi agar kelompok dapat bergerak lebih lincah:
- Optimalisasi Kegiatan: Saat ini, roda organisasi KTH Sakura dirasa belum berjalan maksimal karena belum adanya jadwal pertemuan rutin yang konsisten.
- Pembagian Peran: Diskusi menyepakati perlunya kejelasan pembagian tugas antara pengurus dan anggota agar koordinasi berjalan lebih cepat dan efektif.
- Komitmen Bersama: Seluruh pihak bersepakat bahwa kunci keberhasilan kemitraan ini adalah menghidupkan kembali aktivitas kelompok melalui jadwal kumpul rutin yang lebih teratur.
Harapan Baru bagi Kelestarian dan Kesejahteraan
Dengan rampungnya penyusunan RPP dan RKT Kemitraan Konservasi, KTH Sakura kini memiliki landasan hukum dan rencana kerja resmi untuk mulai bergerak. Tantangan selanjutnya adalah mengubah rencana di atas kertas tersebut menjadi aksi nyata di lapangan.
Semangat terus untuk KTH Sakura! Dengan peran pengurus yang lebih aktif dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan kelompok ini mampu menjadi teladan harmonisasi antara kesejahteraan petani dan kelestarian kawasan TNKS.

Kontributor : Ponijo P.
Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
