Sinergi Masyarakat dan Adat dalam Mendorong Areal Preservasi Berkelanjutan

Upaya pelestarian kawasan hutan terus diperkuat melalui sinergi antara masyarakat, pemangku adat, dan berbagai pemangku kepentingan. Dalam kegiatan yang dilakukan baru-baru ini, tim bersama pemerintah setempat serta pemangku adat melaksanakan koordinasi dan sosialisasi mengenai potensi pengelolaan kawasan hutan sebagai area preservasi.

Gambar 1. Koordinasi awal ke Wali Nagari Ganting Mudik Selatan Surantih

Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam menjaga kelestarian hutan. Peran pemangku adat, termasuk ninik mamak, menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen bersama, terutama dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Dukungan ini juga tercermin dalam penerapan aturan dan kesepakatan adat yang mendorong masyarakat untuk menjaga kawasan hutan secara bertanggung jawab.

Seluruh pihak sepakat untuk menindaklanjuti rencana pengelolaan kawasan melalui diskusi lanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan lahan dan perlindungan lingkungan. Dalam forum diskusi, disampaikan rencana pengelolaan kawasan sebagai penyangga ekosistem, dengan tetap mengakui hak pengelolaan lahan oleh masyarakat namun mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Kesepakatan bersama ini kemudian dituangkan dalam bentuk komitmen tertulis sebagai dasar tindak lanjut ke depan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan kawasan yang tidak hanya berbasis kebijakan formal, tetapi juga didukung oleh norma dan nilai adat yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Gambar 2. Sosialisasi antara masyarakat, pemangku adat, dan berbagai pemangku kepentingan

Dari hasil verifikasi lapangan, kawasan yang diusulkan memiliki kondisi biofisik yang masih cukup baik, dengan tutupan vegetasi yang rapat dan keberadaan sumber air yang penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Selain itu, kawasan ini juga memiliki potensi daya tarik alam berupa air terjun bertingkat dua yang menambah nilai ekologis sekaligus potensi pengembangan berbasis konservasi. Kawasan tersebut juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa liar, yang menunjukkan nilai ekologis yang tinggi.

Gambar 3. Survei bak penampungan sumber air masyarakat

Gambar 4. Survei sumber penampungan air

Gambar 3. Air terjun bertingkat 2

Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya pelestarian kawasan hutan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat secara seimbang.

Check Also

MENUMBUHKAN “PENJAGA RIMBA”: UPAYA MELESTARIKAN KERINCI SEBLAT DARI BUKIT BONTAK

Solok Selatan, 24 April 2026 – Di bawah naungan langit Camping Ground Bukit Bontak, sebuah langkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *