Pesisir Selatan, 20 April 2026 – Suasana pagi di kawasan Nagari Silaut, Kecamatan Silaut, masih diselimuti udara lembap ketika tim Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) bersama Masyarakat Mitra Polhut memulai kegiatan patroli pada Februari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengamanan kawasan melalui pemantauan kondisi lapangan, khususnya terkait informasi pembukaan lahan, illegal logging, serta aktivitas lain di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Tim menyusuri jalur rimba sepanjang ±0,8 kilometer dengan cakupan area sekitar 343 hektare. Meskipun jarak yang ditempuh relatif singkat, kondisi medan yang bervariasi menuntut ketelitian dan kehati-hatian dalam setiap tahapan kegiatan. Selain menyusuri jalur, tim juga melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Di sepanjang perjalanan, tim mencatat indikasi keberadaan beberapa jenis satwa liar. Suara burung rangkong terdengar dari kejauhan, sementara pergerakan monyet ekor panjang terlihat di antara pepohonan. Selain itu, terdapat pula berbagai suara burung lain yang belum dapat diidentifikasi secara spesifik. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih menjadi habitat bagi beragam fauna.
Pada beberapa titik, tim juga menemukan lokasi yang dimanfaatkan sebagai camp aktivitas perikanan. Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemasangan lima lembar plat seng bertuliskan “Batas Kawasan Hutan TNKS” sebagai penanda batas di lapangan sekaligus langkah pencegahan.

Kegiatan ini turut diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah setempat. Tim melakukan komunikasi dengan Wali Nagari dan Camat Silaut guna memperkuat dukungan dalam penanganan potensi aktivitas ilegal di dalam kawasan.

Keterlibatan Masyarakat Mitra Polhut dalam patroli ini memberikan kontribusi penting, terutama dalam penyampaian informasi lapangan dan penentuan lokasi yang menjadi prioritas pengawasan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pengendalian kawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan patroli ini, diharapkan kondisi kawasan tetap terpantau dengan baik serta berbagai potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah yang terkoordinasi.
Kontributor : Eka Supriadi, M. Farhan, Husnul Hadi, Ria Amelia, Maharani Puspa, dan Irmanto
Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
