Pesisir Selatan, 20 April 2026 – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Painan melaksanakan kegiatan patroli Monitoring SMART Landscape Sumatera Barat pada 13–17 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.
Patroli ini merupakan bagian dari upaya pengendalian kawasan melalui pemantauan langsung di lapangan, khususnya terhadap potensi pembukaan lahan, illegal logging, serta aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Kegiatan ini didukung oleh kerja sama dengan Fauna & Flora International (FFI) dan dilaksanakan menggunakan metode SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tool). Tim dipimpin oleh Eka Supriadi, S.E., dengan total jarak tempuh mencapai 28,2 kilometer.

Kekayaan Keanekaragaman Hayati
Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil mengidentifikasi berbagai jenis satwa liar dilindungi melalui pengamatan langsung maupun tidak langsung, seperti jejak, suara, dan tanda lainnya. Beberapa satwa yang terdeteksi antara lain tapir (Tapirus indicus), beruang madu (Helarctos malayanus), siamang (Symphalangus syndactylus), serta burung rangkong (Bucerotidae) dan kuau (Argusianus). Selain itu, ditemukan pula satwa lain seperti elang, babi hutan, primata, dan berang-berang.

Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi dan berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai spesies.
Temuan Aktivitas di Dalam Kawasan
Di samping potensi tersebut, tim juga mencatat beberapa indikasi aktivitas di dalam kawasan, antara lain:
- Ditemukan 4 (empat) unit pondok ladang
- Indikasi pembukaan lahan baru yang berpotensi menjadi area perladangan
- Ditemukan 3 (tiga) titik lokasi bekas aktivitas pemikatan burung
Temuan ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan patroli dan menjadi dasar untuk langkah tindak lanjut di lapangan.
Langkah Penanganan di Lapangan
Menindaklanjuti hasil patroli, tim melakukan beberapa langkah, di antaranya:
- Pemasangan plat seng penanda batas kawasan pada titik rawan
- Penyampaian himbauan kepada masyarakat sekitar kawasan
- Penegasan komitmen penanganan aktivitas ilegal sesuai ketentuan yang berlaku
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan upaya pencegahan di lapangan.
Upaya Berkelanjutan
Kegiatan Monitoring SMART Landscape ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya kawasan konservasi. Selain itu, diperlukan kegiatan lanjutan seperti sosialisasi, penyuluhan, serta penambahan sarana informasi di batas kawasan.
Kolaborasi antara pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Kontributor : Eka Supriadi dan Muhammad Farhan
Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
