Solok Selatan, 24 April 2026 – Di bawah naungan langit Camping Ground Bukit Bontak, sebuah langkah nyata untuk menjaga napas hutan Sumatra kembali digulirkan. Bukan sekadar berkumpul, sebanyak 14 peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan komunitas pendaki gunung berkumpul untuk satu visi: menjadi garda terdepan pelestarian alam sekaligus motor penggerak wisata berkelanjutan.

Kegiatan Pembinaan Kader Konservasi yang berlangsung pada 13-14 April 2026 ini menjadi bukti bahwa menjaga rimba adalah tanggung jawab kolektif.
Sinergi untuk Alam: Belajar dari Sang Maestro
Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara saat lagu Indonesia Raya berkumandang, disusul sambutan hangat dari Kepala Seksi Wilayah IV Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok Selatan. Momentum ini menegaskan satu hal penting: sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kawasan konservasi.


Selama dua hari, para peserta tidak hanya duduk mendengar ceramah. Mereka menyelami materi komprehensif yang meliputi:
- Tata Kelola Kawasan: Memahami seluk-beluk pengelolaan TNKS.
- Keselamatan di Alam Bebas: Teknik pertolongan pertama (First Aid) dalam kondisi darurat.
- Manajemen Wisata: Strategi penyusunan paket wisata pendakian yang profesional.
Tanggap Darurat: Siap di Jalur, Sigap Bertindak
Salah satu sorotan utama adalah peningkatan kapasitas keselamatan. Dipandu langsung oleh Unit Siaga SAR, para kader melakukan praktik lapangan untuk menangani skenario cedera, kelelahan, hingga hipotermia.

“Keterampilan ini sangat krusial. Sebagai calon pemandu (guide) masa depan, mereka tidak hanya bertugas menunjukkan jalan, tapi juga menjamin keselamatan nyawa wisatawan melalui respons cepat dan tepat,” ujar instruktur di sela-sela praktik.

Dari Konservasi Menuju Kesejahteraan Ekonomi
Inovasi muncul saat peserta ditantang menyusun paket wisata pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Didampingi oleh praktisi bersertifikasi dari Kerinci Discovery, Kerinci Paradise, dan Ketua APGI Jambi, para kader berhasil merancang itinerary perjalanan lengkap dengan estimasi biayanya.

Ini bukan sekadar urusan bisnis. Rancangan paket wisata ini adalah langkah awal untuk menciptakan produk wisata yang terstruktur dan menarik, namun tetap memegang teguh prinsip konservasi. Tujuannya jelas: masyarakat mendapat manfaat ekonomi, dan hutan tetap terjaga kelestariannya.
Harapan dari Ketinggian Solok Selatan
Kegiatan ditutup dengan kemeriahan post-test interaktif melalui platform Kahoot. Antusiasme meluap saat tiga peserta terbaik diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka sepanjang pembinaan.
Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman yang mendalam dari para peserta. Kini, mereka bukan lagi sekadar pendaki atau anggota kelompok wisata biasa; mereka telah bertransformasi menjadi Kader Konservasi. Harapannya, mereka akan menjadi penggerak di masyarakat untuk memastikan Taman Nasional Kerinci Seblat tetap lestari, sembari mengembangkan wisata alam yang aman dan berkelanjutan bagi masa depan.

Kontributor : Hadinata Karyadi, S.Hut., M.Sc., Devitri Ayudianti, S. IP. dan Ela Putri Suhanta S. Hut.
Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
