Pesisir Selatan, 17 April 2026 – Upaya perlindungan paru-paru dunia bukan sekadar slogan di Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS). Melalui aksi nyata di lapangan, tim Resort Lunang Sako, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Pesisir Selatan, baru saja merampungkan tugas krusial: Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Hutan yang berlangsung pada 9 hingga 13 Maret 2026.
Komitmen Nyata di Jalur Rimba
Di bawah komando Husnul Hadi dan tim, patroli ini menyisir area Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Dengan metode Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART) Patrol, setiap jengkal langkah tim terekam secara digital untuk memastikan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi tetap terjaga.

Sepanjang rute sejauh kurang lebih 6,8 kilometer, tim berhasil mencakup luasan patroli hingga 2.218 hektare. Tak sekadar berjalan, tim juga melakukan penguatan batas kawasan dengan memasang plang seng pembantu di titik-titik strategis sebagai pengingat fisik bagi siapapun yang melintas akan batas suci kawasan taman nasional.

Harmoni Alam dan Tantangan Manusia
Kabar baik datang dari biodiversitas yang ditemukan. Di tengah rimbunnya hutan, suara dan jejak satwa ikonik masih terdengar nyaring. Tim mencatat perjumpaan dengan satwa dilindungi seperti:
- Siamang (Symphalangus syndactylus).
- Burung Rangkong (Buceros bicornis).
- Burung Kwau (Argusianus argus).
- Burung Elang (Nisaetus nanus).
Namun, tantangan pelestarian tetap nyata. Tim menemukan adanya aktivitas “keterlanjuran” masyarakat berupa pondok-pondok serta tanaman perkebunan seperti jengkol dan kopi di dalam kawasan. Temuan ini menjadi pengingat bahwa tekanan terhadap hutan masih ada dan memerlukan pendekatan yang berkelanjutan.
Sinergi Bersama Masyarakat
Salah satu kunci utama keberhasilan pengamanan hutan di masa depan adalah keterlibatan lokal. Dalam misi ini, tim melakukan koordinasi intensif dengan Wali Nagari Sungai Gambir Sako Tapan untuk memperkuat dukungan masyarakat dalam memberantas tindak pidana kehutanan, seperti perambahan dan pembalakan liar.

“Masyarakat memiliki kewajiban untuk ikut serta memelihara kawasan hutan dari kerusakan,” sebagaimana yang diamanatkan dalam regulasi kehutanan kita. Keberadaan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) pun menjadi garda terdepan yang sangat efisien dalam membantu petugas lapangan melakukan pengawasan dan pendataan.
Langkah Menuju Masa Depan
Menutup kegiatan ini, BBTNKS merekomendasikan perlunya penguatan kelompok masyarakat serta peningkatan kapasitas SDM bagi Masyarakat Mitra Polhut. Dengan sinergi antara teknologi SMART Patrol dan kearifan lokal, harapan agar Taman Nasional Kerinci Seblat tetap menjadi warisan dunia yang lestari bukanlah hal yang mustahil.
Kontributor : Husnul Hadi, Desiana Zulvianita, Jon Hendra dan Tim MMP Resor Lunang Sako
Bidang II Taman Nasional Kerinci Seblat
