🌱 Memutus Mata Rantai Melalui Pembentukan Kader Konservasi

Pesisir Selatan, 21 April 2026 — Upaya menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan mendorong keterlibatan generasi muda melalui kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Kader Konservasi yang dilaksanakan di wilayah kerja Resor Air Lumpo.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat terhadap konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Generasi muda dipilih sebagai agen perubahan karena dinilai lebih adaptif terhadap pengetahuan baru, serta memiliki potensi besar dalam membawa perubahan perilaku ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Gambar 1. Sambutan Kepala SPTN III Pesisir Selatan

🌿 Membangun Kesadaran Sejak Dini

Pelibatan generasi muda bukan berarti mengesampingkan peran orang tua, melainkan sebagai strategi untuk memutus mata rantai perilaku yang merusak lingkungan. Melalui pembinaan yang tepat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya peduli, tetapi juga aktif menjaga kelestarian hutan.

Kader konservasi yang dibentuk diharapkan mampu menjadi “garda terdepan” dalam menjembatani kepentingan perlindungan alam dengan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

Gambar 2. Peserta Peningkatan/ Pembinaan Kader Konservasi

📚 Penyampaian Materi oleh Multi-Stakeholder

Kegiatan diawali dengan sesi pembekalan materi yang dilaksanakan di Kantor Resor Air Lumpo (R.II.III.13). Materi disampaikan oleh berbagai pihak, antara lain:

  • UPTD KPHP Kabupaten Pesisir Selatan
  • Kwarcab 0301 diwakili oleh Ketua Kwaran IV Jurai
  • Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH)
  • Polisi Kehutanan Seksi Pengelolaan TN Wilayah III Pesisir Selatan

Materi yang diberikan mengacu pada pedoman resmi pembentukan kader konservasi, mencakup wawasan dasar konservasi, peran masyarakat, serta tanggung jawab dalam menjaga ekosistem hutan.

Sebanyak 14 peserta yang berasal dari:

  • MAN 2 Pesisir Selatan
  • SMAN 2 Pesisir Selatan
  • SMAN 1 Pesisir Selatan

turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan penuh antusias.

Gambar 3. Penyampaian Materi oleh Petugas BBTNKS

🌳 Belajar Langsung di Alam

Untuk memperkuat pemahaman, peserta mengikuti praktik lapangan di kawasan wisata alam seperti Batu Biduak dan Lubuak Panjang.

Berbagai materi praktik diberikan, antara lain:

  • Dasar-dasar ekologi dan pengenalan tingkat vegetasi
  • Pengenalan peralatan standar kegiatan alam bebas
  • Observasi flora dan fauna
  • Dasar-dasar kepemimpinan
  • Identifikasi potensi alam untuk peningkatan ekonomi masyarakat
Gambar 4. Praktik Pemasangan Tenda Dome oleh Peserta

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya disiplin, kerja sama, dan ketangguhan mental. Tantangan selama praktik menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membentuk karakter peserta yang lebih tangguh dan peduli lingkungan.

Gambar 5. Praktik Pengukuran Diameter Pohon oleh Peserta

🚀 Langkah Awal Menuju Generasi Peduli Lingkungan

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar dalam membangun kesadaran konservasi di kalangan generasi muda.

Suasana penutupan berlangsung penuh semangat dengan lantunan lagu “Kamu Tak Sendirian” yang menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga alam. Semangat tersebut semakin diperkuat dengan yel-yel peserta:
“Bersatu, Bergerak, Lestari!”

Gambar 6. Foto Bersama Petugas BBTNKS dan Peserta

🌏 Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader konservasi yang terbentuk dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya membawa pesan konservasi, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Karena pada akhirnya, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama untuk masa depan bumi dan generasi mendatang.

Kontributor : Rika Putra Abbas, S.Hut., dan Maharani Puspa

Feed Instagram : https://www.instagram.com/p/DXYSLz1E9qX/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==

Check Also

Garda Hijau di Jantung Sumatera: Menelusuri Jejak Kelestarian di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan

Pesisir Selatan, 17 April 2026 – Upaya perlindungan paru-paru dunia bukan sekadar slogan di Balai Besar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *